Pengumuman, InsyaAlloh besok tgl. 19 Juli 2008 teman kita Isnan Zulfida,ST (mantan Bio satu) akan menikahi Nur Khalia ,SSi di Jl. Gerilya tanjung PWT(belakang panti asuhan Muhammadiyah).
(dari Fajar A)
hanin n hida: Selamat, semoga sukses!
Pengumuman, InsyaAlloh besok tgl. 19 Juli 2008 teman kita Isnan Zulfida,ST (mantan Bio satu) akan menikahi Nur Khalia ,SSi di Jl. Gerilya tanjung PWT(belakang panti asuhan Muhammadiyah).
(dari Fajar A)
hanin n hida: Selamat, semoga sukses!
A Professor was explaining Marketing Concepts to the students:
1. You see a gorgeous girl at a party. You go up to her and say: ‘I am very rich. Marry me!’
- That’s Direct Marketing.
2. You’re at a party with a bunch of friends and see a gorgeous girl. One of your friends goes up to her and pointing at you says: ‘He’s very rich. Marry him.’
- That’s Advertising.
3. You see a gorgeous girl at a party. You go up to her and get her telephone number. The next day, you call and say: ‘Hi, I’m very rich. Marry me.’
- That’s Telemarketing.
4. You’re at a party and see gorgeous girl. You get up and straighten your tie, you walk up to her and pour her a drink, you open the door (of the car) for her, pick up her bag after she drops it, offer her ride and then say: By the way, I’m rich. Will you marry me?’
- That’s Public Relation!
5. You’re at a party and see gorgeous girl. She walks up to you and says: You are very rich! Can you marry me?’
- That’s Brand Recognition.
6. You see a gorgeous girl at a party. You go up to her and say: I am very rich. Marry me!’ She gives you a nice hard slap on your face.
- That’s Customer Feedback.
7. You see a gorgeous girl at a party. You go up to her and say: ‘I am very rich. Marry me!’ And she introduces you to her husband.
- That’s demand and supply gap.
8. You see a gorgeous girl at a party. You go up to her and before you say anything, another person come and tell her: ‘I’m rich. Will you marry me?’ and she goes with him
- That’s competition eating into your market share.
9. You see a gorgeous girl at a party. You go up to her and before you say: ‘I’m rich, Marry me!’ your wife arrives.
- That’s restriction for entering new markets.
(dari Hanin)
Seorang pria, perlente, perut buncit, pakai jas, dan berkesan kaya raya tampangnya, berjalan keluar dari gedung BNI 46 Thamrin. Pas di depan gedung, ada seorang pengemis, seumuran si pria, kurus kering, muka layu, pakaian compang camping dan penuh debu.
Si pengemis begitu lihat si pria segera berkata, “Tuan kasihanin saya, minta uang 20 ribu dong…”
Si pria berhenti, dipandangnya si pengemis sejenak lalu bertanya ” kalau saya beri 20.000, kamu tidak akan pakai untuk minum-minum kan?”
Pengemis : “Oh tidak tuan , saya tidak suka minuman keras.”
Si pria : “Juga tidak akan pakai buat berjudi?”
Pengemis : “Tentu tidak tuan, saya tidak suka berjudi.”
Si pria : “Juga tidak di pakai main perempuan?”
Pengemis : “Tidak, tidak. Seumur umur saya tidak pernah suka main perempuan.”
Pria kaya itu pikir pikir sebentar lalu berkata lagi “Gini aja , kamu ikut saya pulang , saya kenalkan sama istri saya, setelah itu kamu saya kasih 2 juta.”
Si pengemis menjawab, “Lho kok, buat apa Tuan?”
“Saya mau kasih lihat istri saya, kalau seorang laki laki tidak suka minum minum, tidak suka berjudi, dan tidak suka main perempuan, hasilnya seperti kamu ini!” jawab si pria kalem.
HADIRI REUNI AKBAR SMA N 1 PURWOKERTO TGL 1-2 AGUSTUS 2008 !!
DI SMA N 1 PWT, PK.08.00 – SELESAI
UNDANGAN DAPAT DIPEROLEH DI SMA N 1 PWT ATAU CUKUP REGISTRASI MELALUI TELEPON DI BAWAH INI:
MBA’ DIAN (SMA 1/91) : 081391228024
PAK SIGIT (SMA 1/85) : 081327044033
BU AAN (79) : 081327423710
BU DHANI (83) : 0811260890
IURAN WAJIB Rp. 50.000,-
UNTUK PEMBAYARAN BISA MELALUI TRANSFER VIA REKENING BANK MANDIRI, BNI, BCA, BRI ATAU LANGSUNG KE SMA N 1 PWT.
-BCA CAB PWT 0460869030 an. Restu Wardhani Dra
-MANDIRI CAB PWT 139 000 529 5740
-BNI CAB PWT 0137497642 an. Restu Wardhani
KETERANGAN LEBIH LANJUT SILAHKAN HUBUNGI NOMOR DI ATAS
HARAP SEGERA REGISTRASI…DI TUNGGU YA..
BAGI YANG DI LUAR KOTA TAPI INGIN UNDANGAN DIKIRIM SILAHKAN HUBUNGI JUGA NOMOR DI ATAS UTK KONFIRM ALAMAT
SAMPAI JUMPA DI REUNI
(dari Rini Rahman)
Dari Boim Deddy
Ini cerita Nyata, beliau adalah Bp. Eko Pratomo, Direktur Fortis Asset Management yg sangat terkenal di kalangan Pasar Modal dan Investment, beliau juga sangat sukses dlm memajukan industri Reksadana di Indonesia ..
Apa yg diutarakan beliau adalah Sangat Benar sekali.
*MAMPUKAH KITA MENCINTAI TANPA SYARAT*
sebuah perenungan
Dilihat dari usianya beliau sudah tidak muda lagi, usia yg sudah senja bahkan sudah mendekati malam, Pak Suyatno 58 tahun kesehariannya diisi dengan merawat istrinya yang sakit istrinya juga sudah tua, mereka menikah sudah lebih 32 tahun.
Mereka dikarunia 4 orang anak disinilah awal cobaan menerpa, setelah istrinya melahirkan anak ke empat tiba2 kakinya lumpuh dan tidak bisa digerakkan itu terjadi selama 2 tahun, menginjak tahun ke tiga seluruh tubuhnya menjadi lemah bahkan terasa tidak bertulang lidahnyapun sudah tidak bisa digerakkan lagi.
Setiap hari pak suyatno memandikan, membersihkan kotoran, menyuapi, dan mengangkat istrinya keatas tempat tidur. Sebelum berangkat kerja dia letakkan istrinya didepan TV supaya istrinya tidak merasa kesepian.
Walau istrinya tidak dapat bicara tapi dia selalu melihat istrinya tersenyum, untunglah tempat usaha pak suyatno tidak begitu jauh dari rumahnya sehingga siang hari dia pulang untuk menyuapi istrinya makan siang. sorenya dia pulang memandikan istrinya, mengganti pakaian dan selepas maghrib dia temani istrinya nonton televisi sambil menceritakan apa2 saja yg dia alami seharian.
Walaupun istrinya hanya bisa memandang tapi tidak bisa menanggapi, Pak Suyatno sudah cukup senang bahkan dia selalu menggoda istrinya setiap berangkat tidur.
Rutinitas ini dilakukan Pak Suyatno lebih kurang 25 tahun, dengan sabar dia merawat istrinya bahkan sambil membesarkan ke empat buah hati mereka, sekarang anak2 mereka sudah dewasa tinggal si bungsu yg masih kuliah.
Pada suatu hari ke empat anak suyatno berkumpul dirumah orang tua mereka sambil menjenguk ibunya. Karena setelah anak mereka menikah sudah tinggal dengan keluarga masing2 dan Pak Suyatno memutuskan ibu mereka dia yg merawat, yang dia inginkan hanya satu semua anaknya berhasil.
Dengan kalimat yg cukup hati2 anak yg sulung berkata “Pak kami ingin sekali merawat ibu semenjak kami kecil melihat bapak merawat ibu tidak ada sedikitpun keluhan keluar dari bibir bapak……. …bahkan bapak tidak ijinkan kami menjaga ibu” . dengan air mata berlinang anak itu melanjutkan kata2nya “sudah yg keempat kalinya kami mengijinkan bapak menikah lagi, kami rasa ibupun akan mengijinkannya, kapan bapak menikmati masa tua bapak dengan berkorban seperti ini kami sudah tidak tega melihat bapak, kami janji kami akan merawat ibu sebaik-baik secara bergantian”.
Pak Suyatno menjawab hal yg sama sekali tidak diduga anak2 mereka. “Anak2ku ……… Jikalau perkawinan & hidup didunia ini hanya untuk nafsu, mungkin bapak akan menikah….. .tapi ketahuilah dengan adanya ibu kalian disampingku itu sudah lebih dari cukup, dia telah melahirkan kalian.. sejenak kerongkongannya tersekat,… kalian yg selalu kurindukan hadir didunia ini dengan penuh cinta yg tidak satupun dapat menghargai dengan apapun. coba kalian tanya ibumu apakah dia menginginkan keadaanya seperti Ini. Kalian menginginkan bapak bahagia, apakah bathin bapak bisa bahagia meninggalkan ibumu dengan keadaanya sekarang, kalian menginginkan bapak yg masih diberi Tuhan kesehatan dirawat oleh orang lain, bagaimana dengan ibumu yg masih sakit.”
Sejenak meledaklah tangis anak2 pak suyatno merekapun melihat butiran2 kecil jatuh dipelupuk mata ibu Suyatno.. dengan pilu ditatapnya mata suami yg sangat dicintainya itu.. Sampailah akhirnya Pak Suyatno diundang oleh salah satu stasiun TV swasta untuk menjadi nara sumber dan merekapun mengajukan pertanyaan kepada Suyatno kenapa mampu bertahan selama 25 tahun merawat Istrinya yg sudah tidak bisa apa2.. disaat itulah meledak tangis beliau dengan tamu yg hadir di studio kebanyakan kaum perempuanpun tidak sanggup menahan haru disitulah Pak Suyatno bercerita.
“Jika manusia didunia ini mengagungkan sebuah cinta dalam perkawinannya, tetapi tidak mau memberi ( memberi waktu, tenaga, pikiran, perhatian) adalah kesia-siaan. Saya memilih istri saya menjadi pendamping hidup saya, dan sewaktu dia sehat diapun dengan sabar merawat saya mencintai saya dengan hati dan bathinnya bukan dengan mata, dan dia memberi saya 4 orang anak yg lucu2.. Sekarang dia sakit karena berkorban untuk cinta kita bersama..dan itu merupakan ujian bagi saya, apakah saya dapat memegang komitmen untuk mencintainya apa adanya. sehatpun belum tentu saya mencari penggantinya apalagi dia sakit,,,”