alumni smansa purwokerto 1993

Resep Tempe Mendoan

In mendoan anget on September 4, 2009 at 2:05 pm

Tempe Mendoan adalah sejenis masakan tempe yang terbuat dari tempe yang tipis, dan digoreng dengan tepung sehingga rasanya gurih dan renyah. Secara tradisional di wilayah Banyumas, tempe yang digunakan untuk mendoan adalah jenis tempe bungkus yang lebar tipis, satu atau dua lembar perbungkus. Akan tetapi tempe mendoan juga dapat dibuat dari tempe biasa yang diiris tipis-tipis namun lebar.

Bahan:

  • 300 g tempe, iris lebar tipis 10×15 cm
  • 2 batang daun bawang, iris halus
  • 100 g tepung beras
  • 1 sdm tepung terigu
  • 125 ml air
  • minyak goreng

Haluskan:

  • 2 siung bawang putih
  • 1 butir bawang merah
  • 1 sdt ketumbar
  • ½ sdt merica butiran
  • 2 sdt garam

Cara membuat:

  • Aduk tepung dengan bumbu halus, daun bawang, dan air hingga rata.
  • Celupkan tiap potongan tempe dalam adonan tepung.
  • Goreng dalam minyak panas dan banyak hingga adonan tepung membeku tetapi belum mengeras, matang tetapi tidak kuning atau kering. Angkat, tiriskan.
  • Sajikan hangat dengan sambal kecap rawit (Untuk 12 buah).

Variasi lain Resep Tempe Mendoan

Bahan:

  • 250 gr tempe, iris tipis lebar 10 x 6 x 1 cm
  • 75 gr tepung beras
  • 25 gr tepung kanji
  • 3 batang kucai, potong ½ cm
  • 125 ml air

Haluskan:

  • 2 sdt ketumbar
  • 1 siung bawang putih
  • 1 cm kencur
  • garam secukupnya

Cara membuatnya:

  • Campur bumbu halus dengan tepung beras dan kanji.
  • Aduk rata sambil dituang air sedikit demi sedikit.
  • Aduk terus hingga rata dan licin.
  • Masukkan kucainya.
  • Panaskan minyak banyak di penggorengan.
  • Celupkan tempe satu persatu ke dalam adonan tepung.
  • Goreng sampai kecoklatan
  • Angkat dan sajikan dengan cabe rawit.

Dasha Shila Sutasoma

In mendoan anget on Agustus 3, 2009 at 10:23 am

Sedulur kabeh, kiye ana ajaran sing mulia sekang leluhur (Karya Mpu Tantular)

1. Aja Sira Anlarani Hati Nin Non
Jangan Menyakiti Perasaan Orang Lain (dan jangan mengacaukan pikiran orang lain)

2. Ajaamidanda Tan Sabenere
janganlah menjatuhkan hukuman yang tidak adil

3. Ajaamalat Duwe Nin Wadwa Nira
Janganlah menjarah harta rakyatmu

4. Aja Tan Asih In daridra
Janganlah menunda kebaikan terhadap mereka yang kurang beruntung

5. Luluta Rin Pandita
Mengabdilah pada mereka yang sadar

6. Aja Sira Katungkul Ing Kagunan, Amujya Nabhaktya
Janganlah menjadi sombong, walau banyak orang menghormatimu

7. Aja Memateni Yen Tan Sabenere
Janganlah menjatuhkan hukuman mati, kecuali menjadi tuntutan keadilan

8. Uttama Si Yen Sira Akalisa Rin Pati,
Adalah yang terbaik, jika kau tidak takut mati,

9. Sampuraha Rin Tiwas
dan bersabar dalam keadaan susah

10. Anulaha Saama Daana Ajaapilih Jana
(adalah yang terbaik) Jika kau berjiwa besar dan memberi tanpa pilih kasih

Hukum Truk Sampah

In mendoan anget on Maret 16, 2009 at 10:06 am

Suatu hari saya naik sebuah taxi dan menuju ke Bandara. Kami melaju pada jalur yang benar ketika tiba-tiba
sebuah mobil hitam melompat keluar dari tempat parkir tepat di depan kami. Supir taxi menginjak pedal rem dalam-dalam hingga ban mobil berdecit dan berhenti hanya beberapa cm dari mobil tersebut.

Pengemudi mobil hitam tersebut mengeluarkan kepalanya dan mulai meneriaki kami. Supir taxi hanya tersenyum dan melambai pada orang orang tersebut. Saya benar-benar heran dengan sikapnya yang bersahabat. Maka saya bertanya, “Mengapa anda melakukannya? Orang itu hampir merusak mobil anda dan dapat saja mengirim kita ke rumah sakit!” Saat itulah saya belajar dari supir taxi tersebut mengenai apa yang saya kemudian ia sebut “Hukum Truk Sampah”.

Ia menjelaskan bahwa banyak orang seperti truk sampah. Mereka berjalan keliling membawa sampah, seperti frustrasi, kemarahan, kekecewaan. Seiring dengan semakin penuh kapasitasnya, semakin mereka membutuhkan tempat untuk membuangnya, dan seringkali mereka membuangnya kepada anda.
Jangan ambil hati, tersenyum saja, lambaikan tangan, maafkan mereka, lalu lanjutkan hidup.

Jangan ambil sampah mereka untuk kembali membuangnya kepada orang lain yang anda temui, di tempat kerja, di rumah atau dalam perjalanan. Intinya, orang yang sukses adalah orang yang tidak membiarkan “truk sampah” mengambil alih hari-hari mereka dengan merusak suasana hati.

Hidup itu 10% mengenai apa yang kau buat dengannya dan 90% tentang bagaimana kamu menghadapinya.
Hidup bukan mengenai menunggu badai berlalu, tapi tentang bagaimana belajar menari dalam hujan.